Dari Makassar [dot] Com

Breaking News

Raja Oktohari Merajai Munas HIPMI XIV

Posted on by iBaco

MAKASSAR – Pengusaha muda yang juga putra Sulsel, Raja Sapta Oktohari bak jadi raja saat puncak Munas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. Saat pemilihan ketua umum untuk menggantikan Erwin Aksa, pria kelahiran 15 Oktober itu jadi pilihan mayoritas peserta.

Seperti yang diduga FAJAR sebelumnya, pria yang berdarah Takalar itu merajai arena pemilihan Munas HIPMI, setelah mengalahkan Priamanaya, pemilik Blok A dan B Pasar Tanah Abang, yang juga dikenal anak Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz.

TERPILIH. Pendukung Raja Sapta Oktohari meluapkan kegembiraan dengan mengangkat Okto setelah putra Sulsel itu terpilih jadi Ketua Umum HIPMI pada pemilihan Kamis, 21 Oktober dinihari tadi di Grand Clarion Hotel.

TERPILIH. Pendukung Raja Sapta Oktohari meluapkan kegembiraan dengan mengangkat Okto setelah putra Sulsel itu terpilih jadi Ketua Umum HIPMI pada pemilihan Kamis, 21 Oktober dinihari tadi di Grand Clarion Hotel.

Pemilihan berakhir setelah Pemimpin Sidang yang juga pengusaha muda Sulsel, Kamarussamad, dengan suara tegas mengumumkan, “Dengan ini Raja Sapta Oktohari ditetapkan sebagai ketua umum HIPMI masa bakti 2011-2014.” Tepuk tanganpun menggema di ballroom Grand Clarion.

Pada Munas HIPMI kali ini, ada empat kandidat ketua umum yakni Harry Warganegara, Priamanaya Djan, Raja Sapta Oktohari, dan Erik Hidayat. Namun, saat sesi penyampaian kesediaan, Erik menyatakan mundur dan mengalihkan dukungan ke Priamanaya. Erik dan Priamanaya adalah putra menteri. Erik adalah putra MS Hidayat (Menteri Perindustrian) dan Priamanaya adalah putra Djan Faridz (Menteri Perumahan).

Raja Sapta Oktohari yang akrab dengan sapaan Okto yang mendapat dukungan kuat dari DPD HIPMI Sulsel, meraih 97 suara. Angka itu membuatnya melampaui saingan kuatnya, Priamanaya Djan yang memperoleh 67 suara. Kandidat lain, Harry Warganegara, tidak mendapat satu pun suara. Ada satu suara abstain. Total, 165 suara dari 33 DPD HIPMI di Indonesia.

Pemilihan hanya diikuti tiga kandidat. Satu kandidat, Erik Hidayat, mengundurkan diri sebelum pemilihan dimulai. “Saya mundur karena kita koalisi dengan Pria,” ujar Erik kepada FAJAR.

Kendati Pemilihan berlangsung aman dan tertib, pelaksanaannya mulur berjam-jam. Sedianya, pemilihan dilaksanakan pukul 13.00 kemarin. Namun, pada waktu tersebut, agenda sidang masih membahas pertanggungjawaban pengurus. Sidang tersebut selesai saat sore hari, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan visi misi kandidat, dan pemilihan.

Namun, hingga pukul 22.30, pemilihan belum dimulai. Pemandangan yang terlihat, adalah sejumlah peserta sidang yang keluar masuk dan mondar-mandir dari ruang sidang ballroom Hotel Grand Clarion, ke ruang lain di hotel tersebut.

Melalui putusan pimpinan sidang yang dipimpin Kamrussamad, Okto ditetapkan ketua terpilih, dan diberi waktu sampai 14 hari untuk menyusun formaturnya.

Dalam pemaparan visi-misinya, Okto yang memulai kariernya sebagai distributor usaha-usaha pertanian di Parepare Sulsel, berniat untuk menjadikan HIPMI sebagai organisasi keder pengusaha muda yang mandiri dan bermanfaat bagi seluruh anggotanya.

Penghitungan suara berjalan cukup ketat. RSO berhasil mendulang 97 suara dan Priamanaya mendapatkan 67 suara. Satu suara abstain. Total suara 165 suara dari 33 BPD se-Indonesia. Adapun Harry Warganegara sama sekali tidak mendapatkan suara.

“Saya berterima kasih atas kepercayaan teman-teman di daerah. Ini amanah yang berat. Saya mohon dukungan teman-teman di daerah untuk menjalankan perjuangan bersama-sama di hari-hari mendatang. Tanpa dukungan teman-teman semua, saya tidak akan bisa mengemban amanah berat dan mulia ini,” ujar RSO seusai terpilih.

“Saya mengajak semua pihak untuk bersam-sama membangun HIPMI. Mungkin selama proses Munas kita berbeda pendapat, tapi setelah ini kita harus bersatu kembali. Kita bertanding untuk bersanding,” imbuh putra pengusaha Oesman Sapta Oddang.

Ketua Umum HIPMI sebelumnya, Erwin Aksa, berharap semua kandidat bisa terus menjaga persahabatan dan bersama-sama membangun HIPMI. Kalau pun ada perbedaan selama Munas, Erwin berharap, hal itu dimaknai sebagai dinamika yang wajar.

“Sama seperti ketika Munas di Bali 2008, di mana ketika itu saya bersaing dengan kandidat lainnya, yaitu Ridwan Mustofa dan Novita Dewi. Setelah Munas di Bali, kami tetap bersahabat dan bersama membangun HIPMI,” kata Erwin. Ridwan adalah sekjen HIPMI di era Erwin. Adapun Novita menjadi bendahara umum.

“Saya akan menjadikan Hipmi sebagai organisasi yang mandiri secara finansial dan bermanfaat bagi anggotanya,” ungkap Raja, saat mendatarkan diri menjadi Calon Ketua Umum Hipmi 2011-2014, di Kantor BPP Hipmi, Gedung Palma One, Kuningan, Jakarta, Kamis (4/8/2011).

Adapun misi dari pengusaha yang juga promotor tinju internasional ini adalah menjadikan Hipmi sebagai organisasi kader pengusaha muda yang bermanfaat bagi anggotanya dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas kader Hipmi.

Sedangkan visinya adalah melakukan pengkaderan dengan meningkatkan kualitas kader, sehingga otomatis HIPMI akan bertambah secara kuantitas dan dapat memberikan manfaat kepada para anggotanya.

Pencalonan untuk menjadi ketua Hipmi tersebut didasarkan pada tanggung jawabnya sebagai pengusaha muda untuk membawa organisasi ke arah yang mandiri dan bermanfaat bagi para anggotanya. Majunya anak dari pengusaha Oesman Sapta ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap keinginan-keinginan sejumlah BDP Hipmi yang mendorongnya menjadi nahkoda organisasi yang berdiri 10 Juni 1972 ini.

Atas dasar petimbangan tersebut, maka pada hari ini Okto mendaftarkan pencalonan dirinya secara resmi sebagai bakal calon ketiua umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2011-2014 pada Munas ke XIV di Makassar, 18-20 Oktober mendatang.

Untuk maju menjadi Bakal Calon Ketua Umum BPP Hipmi, Okto telah melengkapi persyaratan termasuk surat rekomendasi dari BPD Hipmi di seluruh Indonesia.

Selama perjalanan empat tahun berkarya di Hipmi salah satu pendiri bike to work ini, telah banyak memberikan kontribusi bagi perkembangan organisasi. Antara lain, Okto pernah menjabat ketua panitia Sidang Dewan Pleno II dan MUNASSUS di Banjarmasin, selain itu Okto juga terlibat dibanyak kepanitiaan kegiatan Hipmi.

Dalam Munas nanti, Okto siap melanjutkan kepemimpinan Erwin Aksa, yang merupakan Ketua Umum dalam periode saat ini. Tambahnya, dasar yang telah diletakkan oleh Ketum terdahulu untuk organisasi ini sangat baik bahkan telah membawa HIPMI ke tempat tertinggi di percaturan organisasi di Indonesia.

Sumber : Harian Fajar

Artikel Terkait:

Seminar Mikrotik
Blogilicious Fun Makassar, sebuah event yang keren!
Pertandingan Persahabatan Para Pengusaha Muda