Terjun Payung dan Sukhoi akan Meriahkan HUT Sulsel
Sebanyak 80 penerjun siap melakukan atraksi di udara untuk mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada 19 Oktober besok,yang juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel ke 342 tahun.
Puluhan penerjun tersebut akan melakukan terjun payung dengan membentangkan pita sepanjang 342 meter pada ketinggian 6.500 kaki di udara. Jika berhasil,kegiatan ini akan tercatat di MURI sebagai pembentangan pita terpanjang di udara. “Kita terget pemecahan rekor membawa pita terpanjang 342 meter,sesuai HUT Sulsel.
Ini akan dilakukan oleh 80 penerjun dan ada beberapa penerjun untuk membawa pita lainnya,” ujar ketua panitia terjun payung yang juga Komandan Wing 5 Lanud Hasanuddin Kolonel (Pnb) Mujianto, kemarin. Selain itu,pihaknya juga menargetkan rekor MURI melalui ketepatan mendarat para penerjun,yang rencananya akan dilakukan di Tanah Tumbu,sekitar kawasan Centre Point of Indonesia (CPI).
Terjun payung ini akan dilaksanakan mulai pukul 16.00 Wita. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak tiga jet tempur sukhoi milik TNI Angkatan Udara (AU) juga akan beratraksi dengan melakukan fly pass di atas Pantai Losari Makassar.“Total kru yang akan terlibat sebanyak 332 personil, termasuk penerjun,awak pesawat dan pendukung.Mulai kemarin kita sudah melakukan latihan di sekitar CPI. Kita berharap cuaca beberapa hari kedepan ikut mendukung,” ujar perwira TNI berpangkat tiga bunga melati ini.
Dia menambahkan,ke-80 penerjun yang terlibat tersebut berasal dari sejumlah klub penerbang di tanah air, serta personil TNI AL,AD,serta AU. “Khusus sukhoi akan latihan besok (hari ini).Kita juga akan membuat formasi khusus di atas udara,” bebernya kepada wartawan. Sementara itu,Panitia Bagian Umum Terjun Payung, Arifin,mengaku,seluruh anggaran yang digunakan dalam event tersebut berasal dari sponsor dan dukungan dari kabupaten/kota di Sulsel.
Dia juga membantah jika kegiatan ini menggunakan dana APBD Sulsel. Hanya saja, Arifin yang juga Kabid Ekonomi Bappeda Sulsel ini menolak menyebutkan total anggaran yang disiapkan untuk pemecahan rekor MURI ini. “Anggarannya tidak banyak. Yang jelas,bukan dari APBD,” kilahnya.(*)
Sumber : Sindo Online
=======
Tiga Sukhoi Kawal HUT Sulsel
MAKASSAR, FAJAR — Ada atraksi menarik yang bakal memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-342 Sulsel tahun ini. Selain memecahkan beberapa rekor dari aksi terjung payung, puncak acara HUT, Rabu 19 Oktober nanti juga diwarnai aktraksi dari pesawat tempur sukhoi skadron Hasanuddin Makassar.
Komandan Wing V Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel TNI-AL Mujianto sekaligus Ketua Panitia Terjung Payung HUT Sulsel, di arena konferensi pers, Senin 27 Oktober menjelaskan, tiga pesawat tempur andalan Indonesia akan terbang rendah di atas Centre Poin of Indonesia (CPI) di mana HUT Sulsel dipusatkan.
“HUT Sulsel kali ini juga akan memecahkan rekor terjung payung dengan membawa pita di udara sepanjang 342 meter. Pita panjang ini melambangkan angka HUT Sulsel,” kata Mujianto didampingi Andi Muhammad Arifin, personil panpel lainnya.
Panitia terjun payung, Minggi 16 Oktober kemarin sudah memulai aksinya dengan menerjunkan 7 personel. Mereka membawa kunci rumah dan kunci mobil yang menjadi hadiah utama kegiatan sepeda santai HUT Sulsel.
Selain rekor pita panjang, terjung patung juga akan diwarnai dengan pengibaran bendera 35 bendera di udara. Sebelumnya direncakan para penrjung membentuk formasi “342″ , namun karena keterbatasan waktu dan jumlah penerjun sehingga dibatalkan.
“Ketepatan mendarat di CPI sebanyak 19 penernjung. Diharapkan ini sekaligus menjadi ajang mencari bibit minat untuk olahraga dirgantara,” tambah Mujianto.
Para penerjung ini berasal dari berbagai daerah antara lain, Semarang, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat dan lokal Sulsel dari berbagai kesatuan seperti Marinir dan Paskhas TNI AU, dan anggota FASI. (aci/app)



