Dari Makassar [dot] Com

Breaking News

Kereta Api Makassar – Parepare Dilengkapi Lima Stasiun Utama

Posted on by iBaco

MAKASSAR– Jaringan rel kereta api yang menghubungkan Makassar-Parepare akan dilengkapi dengan lima stasiun utama dan sejumlah stasiun penyangga.

Stasiun utama ini akan ditempatkan di ibu kota kabupaten/ kota yang dilintasi rel sepanjang 136,3 kilometer. Kepala Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Sulsel Andi Masykur Sulthan mengungkapkan, pembuatan jalur kereta api ini akan dimulai dari Pelabuhan Soekarno- Hatta Makassar sampai Pelabuhan Parepare.

Selain itu, akan dibangun stasiun penyangga di daerah padat penduduk dan jarak dengan stasiun utama jauh.Hal ini dimaksudkan agar warga di setiap daerah yang dilaluinya bisa memanfaatkan moda transportasi massal tersebut. “Jadi, untuk Makassar, stasiun utama di Pelabuhan Soekarno- Hatta sebagai titik awal dan Pelabuhan Parepare sebagai tujuan akhir. Stasiun penyangga yang lebih kecil akan disebar di beberapa daerah padat agar masyarakat bisa mengakses kereta api ini,” ujarnya kepada SINDO,kemarin.

Lima kabupaten/yang dilalui jaringan rel kereta api yang mengambil jalur pesisir pantai ini,yakni Kota Makassar,Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, dan Parepare. Setiap kabupaten rencananya dilengkapi stasiun utama untuk penumpang dan barang. Terkait jalur pesisir pantai yang akan dilalui, dia mengatakan, rute sepanjang 136 km tersebut telah diteliti Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan Pemprov Sulsel dan telah memiliki hasil feasibility study. “Pemprov dan Kementerian Perhubungan sudah merampungkan feasibility study, sisa detail engineering design (DED) yang ditargetkan selesai tahun depan,”ungkapnya.

Dia mengaku, anggaran Rp20 miliar hingga Rp30 miliar pembangunan rel kereta api di setiap kilometernya, sudah termasuk biaya pembuatan stasiun di lima kabupaten/kota yang dilaluinya. “Besarnya anggaran yang dibutuhkan ini sudah termasuk pembangunan stasiun. Selain itu, jalurnya menggunakan pantai sehingga jaringan konstruksi harus kuat,” paparnya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel. Masykur mengaku,taksiran biaya Rp20 miliar per km itu belum termasuk anggaran pembebasan lahan untuk jalur kereta api.Khusus pembebasan lahan, ditanggung Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota yang dilalui alat transportasi massal ini.

Khusus pembebasan lahan ini, pihaknya belum menghitung anggaran yang dibutuhkan. Hanya, jika pembebasan lahan diserahkan sepenuhnya ke daerah, dianggap berat dari segi pembiayaan. Karena itu, Pemprov terus melobi Pemerintah Pusat untuk membantu penganggaran pembebasan lahan yang direncanakan dimulai 2012. “Dalam waktu dekat ini akan ada MoU mengenai pembebasan lahan, di mana ditanggung bersama oleh kabupaten dan Pemprov.Tetapi, tidak semua dibebankan ke daerah. Kami buka peluang agar bisa disubsidi swasta maupun APBN,” ungkapnya.

Sementara itu,terkait imbauan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo agar pemerintah daerah menyatakan komitmennya melakukan pembebasan lahan, Sekretaris Kota Makassar Anis Zakariah Kama mengatakan, Pemkot telah menyiapkan rencana anggaran pembebasan lahan. Apalagi,kereta api tersebut akan menjadi solusi mengatasi kemacetan di Kota Makassar. “Saya belum tahu persis soal anggaran dan belum dibicarakan baik dengan pihak provinsi maupun investor,” katanya ketika ditemui di ruang kerja dia, kemarin.

Di sisi lain,Bupati Maros Hatta Rahma mengatakan,pemda masih melihat perkembangan proyek tersebut ke depan.Pasalnya, perencanaan jaringan rel kereta api itu belum tuntas. “Ini masih akan dibahas dengan DPRD.Pembiayaan pembebasan lahan itu cukup menyerap anggaran. Kami akan melihat anggaran yang dimiliki pemda,”ungkapnya.

Sumber : Sindo Online

Artikel Terkait:

Center Point of Indonesia Representasi Kota Dunia
Pesona Pantai Losari yang Kian Menarik
[Video] Sunset @ Makassar