Dari Makassar [dot] Com

Breaking News

Runway Bandara Ditambah 400 Meter

Posted on by iBaco

PT Angkasa Pura I (Persero) Makassar dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengusulkan penambahan panjang landasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sepanjang 400 meter.

Saat ini panjang runway hanya 3.100 meter. Kondisi ini dinilai menyulitkan pendaratan dan penerbangan bagi pesawat berukuran besar di bandara.

Jika proposal tersebut disetujui dengan panjang 3.500 meter, landasan tersebut sudah aman didarati pesawat ukuran jumbo, seperti Boeing 747. Penambahan panjang landasan ini juga terkait rencana pemprov dan PT Angkasa Pura membuka rute penerbangan langsung dari Makassar-Jeddah yang menggunakan pesawat Maskapai Garuda Indonesia jenis 747-400.

Dengan kapasitas landasan yang dimiliki saat ini, pesawat penumpang terbesar kedua tersebut belum mampu lepas landas di Bandara Hasanuddin.

Perpanjangan runway dari 3.100 meter menjadi 3.500 meter ini agar penerbangan jarak jauh bisa dilayani seperti penerbangan langsung untuk pesawat haji dari Makassar langsung ke Jeddah,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I Rahman Syafrie seusai bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rumah Jabatan Gubernur,kemarin.

Saat ini seluruh jamaah haji asal Makassar terlebih dahulu transit di Batam ataupun Jakarta, lantaran pesawat Garuda Indonesia jenis Boeing 747 belum bisa mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin.

Hal ini juga untuk mendorong percepatan pergerakan orang, barang,dan jasa di bandara. Rencananya, tim pemprov dan Angkasa Pura akan kembali melakukan pertemuan membahas rencana perpanjangan landasan bandara, kemudian akan diusulkan langsung Gubernur Sulsel ke Kementerian Perhubungan.

”Kita akan bicara lagi, termasuk rencana perluasan terminal dan ruang VIP bandara. Kami usulkan kepada Pusat dan siapkan lahannya,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin M Sidabutar mengatakan, perpanjangan landasan pacu bandara tersebut sudah sangat mendesak mengingat jamaah umrah asal Sulsel sangat banyak, dengan jadwal keberangkatan dua kali dalam sebulan.

Rencana tersebut juga dalam rangka menyambut Open Sky 2015, di mana penerbangan dari dalam ataupun luar negeri bisa langsung mendarat di Kota Makassar.

”Ini sudah sangat mendesak. Kami tadi rapatkan bersama Pak Gubernur. Beliau yang bersedia membawa hasil rapat tadi ke kementerian terkait,” ungkapnya saat dicegat di Rujab Gubernur Sulsel.

Saat disinggung mengenai anggaran yang dibutuhkan untuk perpanjangan landasan pacu bandara, Sidabutar enggan berspekulasi.

Dia mengaku, belum melakukan perincian secara pasti. Jika usulan itu diterima Pemerintah Pusat, pihaknya akan siap melakukan pembebasan lahan sepanjang 1.000 meter yang berada di belakang bandara. ”Perpanjangannya tidak seberapa (anggarannya).

Yang jelas akan ada pembebasan lahan milik warga karena untuk pemindahan lampu dan tanda penerbangan ataupun pendaratan untuk pesawat,”tandasnya.

Sekadar diketahui, dengan penerapan open sky Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan langit Sulsel bebas didarati serta dilintasi oleh pesawat dari maskapai penerbagan berbagai belahan dunia. Melalui status tersebut, maka sistem operasional prosedur (SOP) pelayanan bandara, disesuaikan dengan standar internasional.

Namun selain terkendala panjang landasan, kapasitas bandara yang dirancang menampung tujuh juta penumpang juga sudah tidak memadai.

Data 2010 menunjukkan, jumlah penumpang yang menggunakan bandara senilai Rp4 triliun ini mencapai 6,5 juta penumpang dan diprediksi bakal naik 10% tahun ini.

Sumber : Seputar Indonesia dan Skyscrapercity

Artikel Terkait:

Aerotel Smile Beroperasi 2012
Pesona Pantai Losari yang Kian Menarik
Jalur KA Mamminasata Tiga Koridor