Dari Makassar [dot] Com

Breaking News

PT IKI Minta Suntikan Dana Rp600 M

Posted on by iBaco

JAKARTA, FAJAR — PT Industri Kapal Indonesia (IKI) meminta suntikan dana sekira Rp600 miliar kepada pemerintah. Permintaan tersebut disampaikan Direktur Utama PT IKI, Rahman Caing, dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) Restrukturisasi BUMN di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI, Rabu, 5 Oktober.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima tersebut, dihadiri sejumlah pimpinan BUMN. Selain PT IKI, juga hadir PT Kertas Leces, PT Pelni, PT PAL, PN Garam, dan PT Perkebunan Nusantara.

GALANGAN. Proses perbaikan kapal di dok milik PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar. BUMN ini tengah mengajukan tambahan modal kepada pemerintah pusat.

GALANGAN. Proses perbaikan kapal di dok milik PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar. BUMN ini tengah mengajukan tambahan modal kepada pemerintah pusat.

Usai pertemuan, Rahman mengatakan, kehadiran mereka intinya untuk membantu BUMN yang kurang sehat, termasuk PT IKI. “Kita mengusulkan untuk mendapatkan suntikan. Mudah-mudahan bisa disetujui, sebab kalau dibangun di Makassar luar biasa itu,” ujarnya.

Rahman menambahkan, PT IKI memiliki kajian untuk adanya galangan kapal yang representatif hanya saja, butuh biaya yang cukup tinggi. “Kita mengusulkan full perbaikan plus pengembangannya sekitar Rp600 miliar,” paparnya.

Lebih lanjut kata Rahman, dana itu rencana digunakan untuk pembangunan fasilitas dok yang cukup besar dan mungkin terbesar di Asia Tenggara. Panjangnya sebut Rahman sekira 280 meter yang akan dibangun tiga unit, kemudian peluncurnya ada dua unit. Jika itu jadi, lanjut Rahman, galangan pelat merah yang berbasis di Makassar itu sanggup membangun kapal baru dengan panjang 250 meter. “Ini kita usulkan untuk APBN 2012, mudah-mudahan disetujui. Kita punya potensi besar, kita punya lahan yang besar,” ungkapnya.

Selama ini, sakitnya PT IKI sebut Rahman akibat fasilitasnya yang kecil. Kendala lainnya, di situ pernah dibuat kapal namun belum selesai langsung terkena resesi ekonomi, sehingga menjadi rongsokan. Kapal itu lanjut Rahman harus disingkirkan. “Sekarang bukan lagi masanya membangun kapal kecil, dulu kapal yang dibuat di sana panjangnya hanya 40 meter,” sebutnya.

Anggota Komisi VI DPR RI, Andi Emil Abeng yang ditemui di tempat yang sama mengungkapkan, DPR juga ingin mendorong BUMN termasuk PT IKI untuk kembali beroperasi. Namun, DPR belum memutuskan berapa anggaran yang akan dikucurkan untuk membantu BUMN tersebut. Semuanya kata Emil, masih akan dibahas lebih lanjut di tingkat panja.

Pemerintah Lambat

Menurut Emil, semakin terpuruknya daya saing sejumlah BUMN karena pemerintah lambat membuat keputusan dan memilih strategi yang tepat. Peningkatan daya saing, lanjut Emil, sebenarnya bisa diselesaikan dalam hitungan hari. “Holdingisasi BUMN Perkebunan, Pupuk, dan Semen sebenarnya sudah ada cetak birunya bersamaan pada saat dibentuknya Kementerian BUMN, pejabat sekarang tinggal menjalankan saja,” tutur Emil.

Dia mengatakan, program holding BUMN penting, untuk meningkatkan leverage daya saing BUMN. Dia mencontohkan, jika BUMN Perkebunan dijadikan satu maka RI akan mempunyai perusahaan perkebunan terbesar di dunia dengan aset 1,5 juta hektare. “Komisi VI mempertanyakan sampai di mana dan ke mana arah program holding BUMN ini?,” ujar Emil.

Politikus muda Partai Golkar asal Sulsel ini, menambahkan, pemerintah harus membuat aturan main yang jelas dalam hubungan perusahaan induk dan anak perusahaan. “Semen Gresik Group (SGG) misalnya, apakah operating holding atau investment holding terhadap anak perusahaannya seperti Semen Padang dan Semen Tonasa,” imbuh Emil.

Pada kesempatan tersebut, Deputy BUMN bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian BUMN, Irnanda, memaparkan strategi pemerintah dalam program holding holding BUMN antara lain exisiting holding dan staretgic holding. Sementara itu Direksi Semen Baturaja dan Semen Kupang menyampaikan keluhan tentang pendanaan untuk pengembangan pabrik semen ke depan.

Menanggapi hal tersebut, Emil, mengatakan, pola tersebut bisa menyebabkan BUMN semen gulung tikar lebih cepat karena kalah dengan perusahaan swasta dan asing seperti Holcim dan Indocement. (asw/upi)

Sumber : Harian Fajar

Artikel Terkait:

Patung Sultan Hasanuddin Diresmikan pada HUT Sulsel
Pusat Barang Bekas di Makassar
Samsung Plaza di Makassar Resmi Dibuka