Dari Makassar [dot] Com

Breaking News

13 Hotel Berbintang Buka di Makassar

Posted on by iBaco

MAKASSAR, Bisnis perhotelan di Makassar tumbuh pesat. Pada 2012-1013 akan beroperasi 13 hotel berbintang plus perluasan Hotel Grand Clarion sebanyak 222 kamar.

Apakah pertumbuhan ini berkah atau malapetaka? Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, saat ini jumlah kamar hotel pas-pasan. Sementara agenda nasional dan internasional yang akan digelar di Makassar sangat padat.

“Saya kira penambahan sampai 2.500 kamar hotel berbintang masih rasional. Apalagi Makassar sebagai kota MICE akan memiliki Convetion Center International. Jadi, ini akan membutuhkan dukungan kamar yang cukup banyak,” kata Ilham.

Sementara itu, Ketua BPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga mengatakan, salah satu industri yang sangat pesat pertumbuhannya selama tiga tahun terakhir ini adalah perhotelan. “Pertumbuhan ini masih akan terus berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik serta arus kunjungan yang terus naik,” jelasnya.

Namun demikian, dia mengingatkan proses pertumbuhan hotel sudah cenderung mulai “jor-joran” hingga kawasan perumahan pun dibanguni hotel. “Lokasinya sangat dipaksakan,” ucapnya.

Dia lalu menjelaskan, ke depan, ada 11-13 hotel berbintang baru yang akan dibangun. Hotel-hotel pencakar itu akan beroperasi 2013.

Hotel-hotel tersebut terdiri atas Novotel Sheyla, Hotel Karebosi, Hotel CCC, Smile Hotel (milik IMB Grup dan Garuda), Hotel Bintang Grup, Hotel Tanjung Banua, Hotel Santika, Hotel Amaris, Hotel Swissbel Fort Rotterdam, Budget Hotel, dan Hotel Aston Patompo Grup. Khusus tahun depan, ada dua hotel berbintang yang siap operasi, yakni; Swissbel Panakkukang berkapasitas 178 kamar, dan Aston Hasanuddin dengan jumlah kamar 187, plus perluasan Hotel Grand Clarion dengan kamar baru sebanyak 222 kamar (setara dengan kehadiran 1 hotel bintang 4), dan penambahan kamar Mercure Hotel kurang lebih 75 kamar.

Jadi akan ada penambahan jumlah kamar kurang lebih 45 persen menjadi 8.000 lebih kamar dari jumlah 5.535 kamar saat ini. “Pertumbuhan ini, harus disikapi dengan kehati-hatian. Jika tidak akan tejadi over supply, sehingga akhirnya hotel-hotel di Makassar akan perang tarif. Kalau perang tarif terjadi maka pengembalian investasi atau return of investment (RoI) akan bermasalah,” jelasnya.

Terkait penggunaan kredit perbankan untuk pembangunan hotel, Pemimpin BI Makassar Lambok A Siahaan mengatakan, dalam pemberian kredit, termasuk pembiayaan pembangunan hotel baru, bank harus menggunakan prinsip 5 C yakni; character (karakter), capital (modal), collateral (jaminan), capacity (kapasitas usaha), dan condition (kondisi usaha).

Dasar penilaian karakter, jelas dia, bank harus melihat komitmen usaha yang dibangun, rekaman usaha seperti pemasok, pelanggan, dan sejarah perbankan sang debitur. “Bank akan melihat apakah usaha itu pernah memiliki sejarah pinjaman yang bermasalah atau tidak. BI selaku meminta kepada bank agar senantiasa memperhatikan prinsip kehati-hatian untuk menghindari persoalan di kemudian hari,” tegas Lambok. (upi/sil)

Sumber : Harian Fajar

Artikel Terkait:

Pusat Terumbu Karang - Makassar
Gramedia Bangun Gedung Konvensi Internasional di Makassar
Sambut CBD, Gubernur Ingatkan Tata Ruang CPI