Gramedia Bangun Gedung Konvensi Internasional di Makassar
DENPASAR: PT Makassar International Expo (MIE), salah satu anak perusahaan kelompok Gramedia (KG) akan membangun ruang convention bertaraf internasional di Makassar, sebagai pusat pelayanan di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Danny Budiharto, Dirut PT Nusa Dua Indonesia, mengemukakan pembangunan convention bertaraf internasional di Makassar ini akan menempati lahan 2,5 hektar di kawasan Tanjung Bunga dan direncanakan dimulai awal Januari 2012 dan 2013 sudah bisa beroperasi.
“Pembangunan bangunan convention ini akan dilengkapi dengan hotel berbintang empat dengan kapasitas berkisar 300 kamar. Jadi lokasinya terintegrasi dengan bangunan konvention,” kata Danny di sela-sela menerima kunjungan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin meninjau Bali Nusa Dua Convention Center hari ini.
Dia mengemukakan pembangunan gedung convention ini dilakukan setelah proyek yang sama juga diresmikan pekan ini di Nusa Dua Bali. “Bulan Desember tahun ini kami juga akan mengoperasikan gedung convention di Medan,” ujarnya.
Danny mengemukakan untuk kapasitas, Makassar Convention memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan Nusa Dua. “Kalau di Makassar bisa untuk 8.000 orang, sedangkan untuk Nusa Dua mencapai 5000 orang. Untuk medan hanya 3000 orang,” ujarnya.
Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengemukakan investasi untuk gedung convention ini akan mendukung Makassar sebagai kota dunia. “Kita berharap kegiatan bertaraf internasional bisa lebih banyak lagi dilaksanakan di Makassar,” katanya.
Sebagai kota MICE, menurut Ilham Arief, Makassar saat ini setiap tahun mengalami kesulitan untuk menyediakan fasilitas pameran dan ekspo yang berkapasitas ribuan orang. “Ruang kamar hotel saja sekali event bisa menyedot sampai 1500 kamar,” tambahnya.
Saat ini, lanjut dia, jumlah kamar mencapai 2800 unit untuk bintang tiga hingga lima. Total termasuk hotel melati mencapai 4500 kamar. “Khusus Makassar kita masih kekurangan hingga 1500 kamar setiap tahun khususnya untuk hotel bintang,” paparnya.
Penyediaan gedung convention yang bertaraf internasional akan menjadi daya tarik penyelenggara event di Makassar. Dengan demikiann lanjut dia, penyediaan hotel berbintang menjadi penting. “Kami berterima kasih kepada Kelompok Gramedia untuk menjadikan Makassar sebagai kota ke empat untuk dibangunkan geduang convention Internasional,” ujarnya. (sut)
Sumber : Bisnis.com
=======================================================
Menanti International Convention Centre di Makassar
Dibangun Investor Lokal, Contoh Bali Convention Centre
KOTA Makassar masih butuh ribuan kamar hotel dan convention centre tambahan. Pemkot pun mulai merintisnya dengan menggandeng investor lokal.
WALI KOTA Makassar Ilham Arief Sirajuddin bersama seorang investor lokal mengunjungi Convention Center Bali Nusa Dua yang dibangun Kelompok Gramedia (KG).
Kunjungan itu sekaligus mematangkan rencana pembangunan convention center internasional di Makassar oleh konsorsium pengusaha lokal yang menggandeng KG, di bawah bendera PT Makassar International Expo. Investasinya diperkirakan Rp400 miliar.
Rencana ground breaking Makassar Expo direncanakan Januari 2012. “Saat ini sedang pematangan lahan,” kata Ilham, kemarin.
Convention center yang direncanakan berkapasitas 8000 orang ini, diharapkan mendukung penunjukan Makassar oleh Menbudpar sebagai salah satu kota Meeting, Incentive, Convention, Expo (MICE). “Sekarang ada Celebes Convention Center (CCC) tetapi tidak mampu menampung semua event,” katanya.
Dalam areal convention center seluas 2,5 hektare, akan dibangun dua hotel, Amaris dan Santika Premier. “Masing-masing berkapasitas 200 kamar untuk Amaris dan 300 kamar untuk Santika Premier,” jelasnya.
Desain awal dari convention center ini, yakni; dua hotel mengapit bangunan convention center. Salah satu dari hotel ini akan menjadi bangunan tertinggi di Makassar.
“Desain konstruksi, dan ornamennya tengah dirancang disesuaikan dengan budaya lokal,” jelasnya.
Dua kelas hotel ini disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan konvensi. Hotel Santika Premier direncanakan 300 lebih. Sementara Hotel Amaris kurang lebih 200 kamar.
Ilham mengakui, saat ini, Makassar memiliki kamar hotel bintang 3 sampai 5 sebanyak 2.800. Ditambah bintang 1-2, dan melati baru mencapai 4.500 kamar. “Kadang kewalahan saat ada event besar, apalagi sirkulasi orang ke Makassar sejak Trans Studio dioperasikan dan Bandara Sultan Hasanuddin diperluas, sangat meningkat. Karena itu, kehadiran dua hotel ini akan sangat mendukung Makassar sebagai Kota MICE,” ungkapnya.
Menurutnya, ketersediaan listrik tahun depan juga cukup menunjang. “Sekarang cadangan hanya 9 MW, tahun depan menjadi 280 MW,” ujarnya.
Wali Kota Makassar ini juga akan berupaya memberikan pelayanan maksimal. “Untuk rekomendasi cukup 30 menit, sementara IMB bisa kelar tiga hari kalau surat-suratnya sudah lengkap,” tandasnya.
Kunjungan Wali Kota disambut manajemen Convention Center Bali Nusa Dua. Direktur Utama Dyandra Danny Budiharto, mengantar Wali Kota dan rombongan mengelilingi seluruh areal convention center seluas 7 hektare tersebut.
Wali kota terkesan dan mengharapkan ornamen pusat konvensi internasional Makassar juga memakai ornamen lokal. “Kalau convention center Bali Nusa Dua dibangun 10 bulan, kita harapkan Makassar lebi cepat lagi,” harap Ilham. (ysd)
Sumber : Harian Fajar



