Dari Makassar [dot] Com

Breaking News

Angkasa Pura I Siapkan Rp 80 Miliar Untuk Hanggar Makassar

Posted on by iBaco

JAKARTA (IFT) – PT Angkasa Pura I (Persero) menyiapkan dana dari kas internal sebesar Rp 80 miliar untuk membangun hanggar perawatan dan perbaikan pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Investasi tersebut merupakan tindak lanjut nota kesepahaman yang dibuat perseroan dengan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia pada 31 Mei 2011.

Tommy Soetomo, Direktur Utama Angkasa Pura I, mengatakan hanggar tersebut rencananya dibangun di atas lahan terminal lama Bandara Sultan Hasanuddin yang mampu menampung dua pesawat berbadan lebar seperti Boeing 737 series. Dalam nota kesepahaman disepakati pihak Angkasa Pura I akan menyediakan lahan dan bangunan hanggar, sedangkan peralatan akan disediakan Garuda Maintenance.

Angkasa Pura I memilih untuk membangun hanggar di Bandara Sultan Hasanuddin, karena Makassar merupakan bandara hub utama di Indonesia bagian Timur, dengan jumlah pergerakan penumpang dan pesawat tertinggi ketiga dari tiga belas bandara yang dikelola. (IFT/MELLY RIANA SARI)

Angkasa Pura I memilih untuk membangun hanggar di Bandara Sultan Hasanuddin, karena Makassar merupakan bandara hub utama di Indonesia bagian Timur, dengan jumlah pergerakan penumpang dan pesawat tertinggi ketiga dari tiga belas bandara yang dikelola. (IFT/MELLY RIANA SARI)

“Rencananya kami akan membangun dua hangar untuk tipe middle. Saat ini hanggar tersebut masih dalam tahap desain dan ditargetkan bisa beroperasi awal tahun depan,” kata Tommy, Rabu.

Angkasa Pura I memilih untuk membangun hangar di Bandara Sultan Hasanuddin sebab Makassar merupakan bandara hub utama di Indonesia bagian Timur, dengan jumlah pergerakan penumpang dan pesawat tertinggi ketiga dari tiga belas bandara yang dikelola. Pergerakan penumpang dan pesawat bandara tersebut hanya kalah dari Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Ngurah Rai Denpasar.

Pada 2010, Bandara Sultan Hasanuddin melayani 64.908 pergerakan pesawat yang mengangkut 6,54 juta penumpang. Sementara pada 2009, jumlah pergerakan pesawat tercatat 51.481 dengan jumlah penumpang yang diangkut 5,06 juta penumpang.

Mohamad Aviv, General Manager Corporation Communication Garuda Maintenance, menuturkan ketika bangunan hanggar telah siap digunakan tahun depan maka pihaknya akan membuat kontrak sewa pakai selama 20 tahun. “Selain peralatan, investasi yang kami keluarkan adalah membayar sewa hanggar tersebut. Kami belum bisa membuat estimasi karena pihak Angkasa Pura I belum menyebutkan tarifnya,” ujar Aviv.

Beroperasinya hanggar di Makassar akan meningkatkan kapasitas perawatan dan perbaikan pesawat yang sanggup dilakukan Garuda Maintenance. Saat ini anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tersebut memiliki tiga hanggar di Bandara Soekarno-Hatta dengan total kapasitas 25 pesawat. Hanggar satu diperuntukkan untuk pesawat berbadan lebar dengan kapasitas empat pesawat. Hanggar dua khusus digunakan untuk melakukan line maintenance berkapasitas delapan pesawat dan hanggar tiga berkapasitas 13 pesawat.

Mulai 31 Mei 2011, Garuda menjadikan Makassar pusat distribusi penerbangan di kawasan Indonesia bagian Timur. Tepat 1 Juni 2011, Garuda membuka beberapa rute baru dari Makassar antara lain rute Makassar-Singapura yang dilayani satu kali setiap hari menggunakan pesawat Boeing 737-500 dengan kapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 84 kursi kelas ekonomi. Selain itu Garuda juga membuka rute baru Makassar-Balikpapan, Balikpapan-Yogyakarta, dan Surabaya-Ambon yang dilayani satu kali penerbangan setiap hari menggunakan Boeing 737-500 dengan kapasitas kursi yang sama.

Pengembangan Juanda

Pada kesempatan yang sama, Tommy mengungkapkan bahwa perseroan telah menetapkan PT Waskita Karya (Persero) sebagai pemenang lelang pengembangan terminal 2 Bandara Juanda, Surabaya senilai Rp 408 miliar.

“Awal November 2011, Waskita akan mulai membangun terminal baru dengan kapasitas 4 juta penumpang per tahun dan apron yang bisa melayani 14 pesawat berukuran sedang dan dua pesawat berukuran lebar. Jika pengembangan selesai, maka Juanda akan memiliki kapasitas 10,5 juta penumpang per tahun,” ujar Tommy.

Pada 2010, jumlah penumpang yang melalui Juanda sebanyak 12,07 juta atau tumbuh 14,3% dibanding realisasi 2009 sebanyak 10,5 juta penumpang. Sementara jumlah pesawat tumbuh 5,7% dari 94.531 unit pada 2009 menjadi 99.928 unit tahun 2010.

Sumber : Indonesia Finance Today

Postingan Terkait