Dari Makassar [dot] Com

Breaking News

Underpass Pettarani Harga Mati

Posted on by iBaco

Diperkirakan Telan Anggaran Rp 20 M
MAKASAR, BKM – Rencana pembangunan underpass untuk mengatasi kemacetan di tiga titik di Kota Makassar, terutama di Jl AP Pettarani, ternyata masih belum pasti. Ini karena masih dilakukan kajian. Kepala Satker Pembangunan Jalan Nasional Metropolitan Makassar, Rahman Jamil, kemarin mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan solusi terbaik untuk menangani kemacetan, apakah dengan membuat underpass atau overpass.

“Kita belum bisa menentukan solusi penanganan kemacetan, apakah membuat underpass atau overpass karena saat ini masih dalam tahap kajian investigasi awal,” kata Rahman Jamil. Rahman mengatakan, untuk sementara guna mengatasi kemacetan di ruas Jl AP Pettarani, dilakukan pelebaran jalan. Namun tidak menutupkemungkinan juga akan dibackup dengan pembuatan underpass atau overpass.

“Saat ini tim melakukan kajian investigasi awal pembangunan underpass. Tetapi yang jelas upaya ini semata untuk mengatasi masalah transportasi di Makassar,” ujarnya. Menurutnya, bila kajian investigasi awal underpass rampung, maka dilanjutkan dengan kajian solusi lainnya. “Jadi kalau hasil kajian sudah definitif maka pemecahan akan segera dilaksanakan,” katanya. Dia mengakui, pembangunan underpass ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Anggaran underpass atau overpass pasti tidak sedikit. Dan diperkirakan akan menghabiskan anggaran miliaran. Meski demikian, tentunya kita akan mencari solusi terbaik penanganan masalah transportasi di Makassar,” katanya.

Sementara Sekretaris Makassar Transportasi Indonesia Makassar (MTI) Lambang Said yang dikonfirmasi kemarin mengungkapkan, pembangunan underpass di Jl AP Pettarani merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tentunya itu untuk mengatasi masalah transportasi di Makassar. “Underpass mesti dibuat di ruas Jalan AP Pettarani. Dan kalau titiknya di bundaran Jl A. P Petarani-Jl Boulevard merupakan underpass simpang, tidak sebidang. Saya kira lokasi underpass di bundaran itu tepat sekali. Karena dengan adanya underpass itu nantinya akan meningkatkan kapasitas ruas jalan. Di titik itu sangat memungkinkan dan yang mesti mendapat kajian mendalam format rekayasanya,” kata Lambang, Minggu (25/9) via telepon.

Lambang menjelaskan, misalnya alur ruas AP Pettarani, underpass berada di tengah. Kendaraan di sisi kiri bisa membelok ke atas. Kalau membelok kanan kendaraan kemudian mesti berjalan lurus. Begitupun kalau kendaraan yang berasal dari arah Utara. “Kalau kendaraan dari Utara tentu mesti belok kiri dan langsung ke atas. Kalau dari arah Barat-Timur tidak mungkin lurus dan mesti lewat bawah. Dan yang jelas underpass simpang ini hanya satu opsi yakni arah Utara dan Selatan. Semua kendaraan dari Utara dan Selatan lewat bawah dan pergerakan selebihnya di atas,” terangnya.

Dia menjelaskan, kemungkinan jalan yang akan diperbaiki minimal 200 meter ke arah Utara. Kedalamannya sekitar 5 meter turun, artinya 5 persen kemiringannya. Seratus meter ke arah Selatan dan seratus meter ke arah Utara panjangnnya. Sedangkan lebarnya 8 meter untuk dua arah dan 2 lajur. “Soal nilai anggaran diperkirakan sekitar Rp20 milliar. Itu sudah termasuk jembatan di atas underpass,” kata Lambang. Sebelumnya, Rencana Kementerian Pekerjaan Umum membangun tiga underpass atau jalan bawah tanah mendapat respons positif Pemkot Makassar. Underpass membantu mengatasi kemacetan yang kian parah di Jalan AP Pettarani.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, seperti diberitakan sebelumnya, mengaku sangat mendung rekayasa lalu lintas dengan pembangunan underpass. “Jalan Pettarani ruas jalan yang padat kendaraan. Jalan itu juga sudah di bawah pengelolaan pusat setelah menjadi jalan nasional,” kata Ilham. Volume ruas Jalan AP Pettarani saat ini sudah tidak sebanding lagi dengan jumlah kendaraan yang melintas terutama pada jam sibuk.

Apalagi, bukaan dan perpotongan jalan ruas jalan tersebut cukup banyak dan mengakibatkan perlambatan. Rekayasa lalu lintas yang dilakukan saat ini hanya dengan menutup beberapa bukaan jalan. Ilham mengaku pernah mengusulkan pembangunan underpass di perempatan Jalan Veteran dan Jalan Sungai Saddang Baru. Kemacetan sangat sering terjadi di titik perempatan meskipun Jalan Sungai Saddang sudah dijadikan satu arah. Hanya saja, kendala membangun underpass di perempatan Jalan Veteran dan Jalan Sungai Saddang adalah badan jalan sempit.

Sumber : Berita Kota Makassar

Artikel Lainnya: